No image available

Blackberry Aurora: HP Blackberry Android yang Bisa Diandalkan

Pada tahun 2017 lalu, BlackBerry meluncurkan sebuah HP baru yang hanya dikeluarkan di Indonesia saja. HP baru ini bernama Blackberry Aurora yang diluncurkan untuk pasar menengah dengan layar sentuh tanpa keyboard Qwerty ala Blackberry.

 

Desain dari Blackberry Aurora cukup sederhana, dengan pilihan body luar berwarna hitam, silver, atau gold. Ukurannya adalah 152 x 76.8 x 8.5 mm dan berat 178 g. Menariknya, Blackberry Aurora mulai mengikuti trend HP saat ini dengan menggunakan layar sentuh tanpa ada keyboard Qwerty yang biasa ditemukan di HP Blackberry lainnya.

 

Salah satu kelebihan dari Blackberry Aurora adalah prosesornya dengan RAM 4GB Quad-core Snapdragon. Spesifikasi ini bisa disamakan dengan Samsung Galaxy S7 dan LG G6 yang mempunyai kelas harga lebih tinggi daripada Blackberry Aurora. HP keluaran Blackberry ini juga mempunyai kapasitas penyimpanaan 32GB ditambah dengan slot microSD hingga 256GB. Blackbery Aurora juga merupakan HP Blackberry pertama yang mendukung dual-SIM. HP ini juga dilengkapi dengan kamera belakang 13MP dan kamera depan 8MP. Kapasitas baterai HP ini adalah 3.000 mAh. Selain itu, Blackberry Aurora sudah menggunakan Android 7 Nougat yang merupakan OS Android terbaru ketika HP ini diluncurkan.

 

Kekurangan Blackberry Aurora

 

Meskipun Blackberry Aurora ini dianggap sebagai HP Blackberry dengan OS Android yang bisa diandalkan, tetap saja Blackberry adalah pemain baru di pasar Android. Kelemahan Blackberry Aurora ini juga tak lepas dari cepatnya pertumbuhan performa HP merek lain yang sudah lama bermain di pasar Android.

 

Salah satu kelemahan dari Blackberry Aurora terdapat pada layarnya yang masih menggunakan resolusi HD. Padahal, saat ini HP Android sudah banyak yang menggunakan layar Amoled sehingga dengan resolusi yang masih HD, Blackberry Aurora tampak cukup kuno. Meskipun begitu, karena layar HD mempunyai kualitas di bawah Amoled, maka daya baterai Blackberry Aurora juga terbilang lebih hemat dibanding HP lain dengan layar Amoled.

 

Kelemahan lain dari Blackberry Aurora adalah tidak adanya fitur sensor finger print sehingga keamanan akses HP masih belum optimal. Fitur sensor finger print sekarang menjadi salah satu syarat standar untuk HP Android dalam rangka menjaga keamanan akses data. Sayangnya, Blackberry Aurora tidak mengadopsi fitur ini, padahal, Blackberry adalah salah satu merek HP yang dikenal dengan sistem keamanannya.

 

Walaupun kapasitas baterainya sudah lumayan besar, yaitu 3000 mAh, Blackberry Aurora ini belum dilengkapi dengan fitur fast charging. Padahal, HP ini sudah dilengkapi dengan prosesor dan spesifikasi yang mumpuni untuk sebuah HP. Spesifikasi yang cukup tinggi mendukung pengguna untuk membuka aplikasi yang cukup berat dan melakukan multi-tasking. Hal ini tentu saja berpotensi menyerap banyak daya dari baterai HP sehingga pengguna cukup tergantung dengan pengisian daya baterai. Sayangnya, Blackberry Aurora belum dilengkapi dengan fitur fast charging sehingga untuk mengisi daya baterai hingga penuh akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

 

Selain itu, kelemahan Blackberry Aurora yang cukup krusial adalah speaker-nya yang mempunyai kualitas suara rendah. Beberapa review mengatakan bahwa kualitas suara dari speaker Blackberry Aurora sangat cempreng sehingga cukup mengganggu ketika pengguna mau mendengarkan musik. Dengan kualitas speaker seperti ini, Blackbery Aurora tentu saja bukan untuk kamu yang suka mendengarkan musik atau melihat video melalui HP.

 

Keberanian Blackberry untuk akhirnya bergabung dengan pasar smartphone Android di Indonesia patut diapresiasi. Terlepas dari beragam kekurangannya, Blackberry Aurora cukup bisa menawarkan HP dengan spesifikasi yang bersaing dengan HP Android lainnya. Mari kita lihat bagaimana strategi Blackberry selanjutnya untuk bersaing di pasar Android.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *